Pemerintah Desa menggelar kegiatan Rembug Stunting sebagai bagian dari upaya bersama dalam menentukan arah pembangunan manusia yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing. Kegiatan ini menjadi forum musyawarah strategis yang mempertemukan pemerintah desa, BPD, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun langkah nyata dalam percepatan penurunan stunting.
.jpg)
Rembug Stunting bukan sekadar membahas persoalan gizi pada balita, tetapi juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia sejak masa remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia dini. Hasil pembahasan selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan program prioritas pembangunan desa yang terintegrasi ke dalam RKP Desa dan APBDes.
Melalui forum ini, seluruh peserta menyampaikan masukan, data, serta usulan program yang berfokus pada peningkatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, sanitasi, edukasi keluarga, dan penguatan peran Posyandu. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar setiap intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan terselenggaranya Rembug Stunting, diharapkan tercipta komitmen bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Forum ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memprioritaskan pembangunan manusia sebagai investasi terbaik demi masa depan desa yang lebih maju dan sejahtera.